HALTIM, SerambiTimur– Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menyampaikan pidato perdana dalam rapat paripurna DPRD pasca dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Negara pada 20 Februari lalu. Ini menjadi momentum awal dalam kepemimpinannya di periode kedua setelah mengikuti retreat kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah.
Dalam pidatonya, Ubaid mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Halmahera Timur yang kembali memberikan amanah kepemimpinan kepadanya dan Wakil Bupati Anjas Taher. Ia mengakui bahwa tanggung jawab ini tidak ringan, namun dengan dukungan masyarakat dan stakeholder, ia optimistis dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Saya menyadari amanah ini bukan tugas yang mudah. Dengan dukungan seluruh stakeholder dan doa dari masyarakat, saya yakin kita bisa menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ubaid dalam sidang paripurna istimewa di ruang rapat DPRD Halmahera Timur, Kamis malam (6/3/2025).
Ubaid menegaskan bahwa visi pembangunan lima tahun ke depan akan berfokus pada transformasi berkemajuan sesuai dengan misinya dalam Pilkada 27 November lalu. Ia menyebutkan lima program utama yang menjadi prioritas di periode kedua, yakni:
- Peningkatan SDM Halmahera Timur agar lebih kompetitif.
- Penguatan fiskal daerah melalui pemanfaatan sumber daya alam untuk mendorong ekonomi kerakyatan.
- Reformasi birokrasi yang aspiratif, inovatif, dan transformatif.
- Ketahanan sosial-budaya dan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
- Peningkatan infrastruktur dasar, konektivitas, dan aksesibilitas antarwilayah secara merata dan berkualitas.
Menurutnya, pembangunan di periode pertama sudah berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia mencatat pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 1,18 persen pada 2020 menjadi 5,26 persen pada 2023. Selain itu, tingkat kemiskinan turun dari 13 persen pada 2022 menjadi 12 persen lebih, dan angka pengangguran berkurang dari 5 persen menjadi 4 persen.
“Selama tiga tahun terakhir, kami telah menuntaskan jalan lingkar Halmahera Timur. Indeks konektivitas wilayah sudah mencapai 0,93 persen. Ke depan, fokus kami adalah peningkatan jalan dan jembatan agar seluruh akses, baik internal maupun eksternal, bisa terselesaikan,” tegasnya.
Dengan berbagai program tersebut, Ubaid berharap Halmahera Timur dapat berkembang lebih pesat dan mencapai transformasi berkemajuan sesuai dengan harapan masyarakat.















Tinggalkan Balasan