Halsel, Serambi Timur – Pembangunan Masjid Agung Alkhairat Halmahera Selatan (Halsel) kembali menjadi sorotan. Meski telah menelan anggaran ratusan miliar, bangunan ini masih terbengkalai dan belum rampung hingga kini.
Masjid yang digadang-gadang menjadi ikon kebanggaan Halsel ini kembali mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 10 miliar dari APBD 2024. Namun, hingga saat ini masjid tersebut hanya difungsikan sebagai kantor sementara oleh beberapa dinas.
Sejak dimulai pada 2016, pembangunan masjid ini telah menghabiskan Rp 109 miliar dari APBD hingga 2021. Angka ini menjadikan Masjid Raya Alkhairat Halsel sebagai masjid termahal di Maluku Utara, dengan biaya pembangunan yang tiga kali lipat lebih besar dibandingkan Masjid Raya Al Munawar di Kota Ternate.
Pembangunan sempat terhenti pada 2022–2023 akibat tersandung masalah hukum. Kejaksaan Tinggi Maluku Utara bahkan menetapkan mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Halsel sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek ini.
Pada 2024, Pemerintah Halsel menganggarkan Rp 25 miliar untuk pembangunan lanjutan tahap IV. Namun, dari jumlah tersebut, hanya Rp 10 miliar yang dapat direalisasikan melalui CV Tiga Putra Konstruksi. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD), total biaya pembangunan masjid ini kini mencapai Rp 119,8 miliar lebih.
Dibanding Masjid Lain di Maluku Utara
Masjid Raya Alkhairat Halsel menjadi bangunan termahal di antara masjid-masjid raya lainnya di Maluku Utara. Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi, yang menempati urutan kedua, dibangun dengan biaya Rp 88,8 miliar. Pembangunan masjid di ibu kota provinsi ini dimulai pada 2015 di bawah pemerintahan Gubernur Abdul Gani Kasuba dan diresmikan pada 2022.
Di urutan ketiga, ada Masjid Raya Al Munawar Kota Ternate, yang dibangun pada 2003 dan rampung pada 2010 dengan total biaya Rp 48 miliar. Masjid megah ini dilengkapi empat menara setinggi 44 meter, meski dua di antaranya yang berdiri di atas laut kini telah roboh.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Halsel, Ikbal Hi Mustafa, belum memberikan tanggapan resmi terkait kelanjutan pembangunan masjid ini hingga berita ini diterbitkan.
Ratusan miliar rupiah telah habis, tetapi ikon kebanggaan Halmahera Selatan ini belum juga mencapai wujud yang diharapkan.














Tinggalkan Balasan