Kadishub Halsel, Ramly Manui
HALSEL, Serambi Timur – Polemik terkait munculnya dua nama yang diduga “siluman” dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Dinas Perhubungan Halmahera Selatan (Dishub Halsel) akhirnya ditanggapi oleh Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Ramly Manuy.
Kedua nama, yakni Lisnawati S. Nurdin dan Ajuan Sadel, disebut lolos seleksi P3K meski tidak pernah tercatat sebagai tenaga honorer di Dishub Halsel. Saat dikonfirmasi pada Rabu (10/01/2025), Ramly dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi untuk kedua nama tersebut.
“Saya pastikan kedua nama itu bukan tercatat sebagai tenaga honorer di Dishub Halsel. Kami tidak pernah memberikan rekomendasi atas nama mereka, baik dalam pengurusan calon P3K maupun kegiatan lainnya,” tegas Ramly melalui pesan WhatsApp.
Ramly juga mengungkapkan bahwa kemunculan dua nama tersebut telah merugikan pihaknya. Pasalnya, dua tenaga honorer yang direkomendasikan resmi oleh Dishub Halsel malah tersingkir karena nilai mereka lebih rendah dibandingkan Lisnawati dan Ajuan, yang keberadaannya tidak diketahui oleh Dishub.
“Saya tidak tahu siapa mereka. Yang jelas, seluruh nama yang saya rekomendasikan adalah honorer Dishub Halsel. Tapi tiba-tiba muncul nama-nama ini dan mereka justru lolos sebagai P3K di Dishub,” lanjut Ramly.
Polemik ini memunculkan tanda tanya besar mengenai mekanisme seleksi P3K di Dishub Halsel. Hingga kini, kasus ini masih menjadi perbincangan hangat di internal Dishub serta masyarakat Halmahera Selatan.















Tinggalkan Balasan