Menu

Mode Gelap

Ternate · 22 Sep 2024 12:06 WIT ·

Pemkot Ternate Diduga Manipulasi Data Korban Banjir Rua, Samsudin: SK Harus Dibatalkan


 Pemkot Ternate Diduga Manipulasi Data Korban Banjir Rua, Samsudin: SK Harus Dibatalkan Perbesar

Ternate, SerambiTimur– Data penerima bantuan 50 unit rumah untuk relokasi korban banjir di Kelurahan Rua yang dijanjikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) Ir. H. Mochamad Basuki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. didampingi Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, S.Sos, saat kunjungan kerja baru-baru ini diduga mengalami manipulasi.

Koordinator keluarga korban, Samsudin Senen, SE., M.Si, mengungkapkan dugaan adanya konspirasi antara kepala Kelurahan Rua dan Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perkim. Hal ini disampaikannya melalui pesan WhatsApp kepada media, Jumat (21/09).

Menurut Samsudin, dalam Surat Keputusan (SK) penerima bantuan rumah yang diterbitkan Wali Kota Ternate tertanggal 4 September 2024, nama-nama yang tercantum bukanlah korban terdampak langsung banjir, melainkan warga yang hanya terdampak ringan. “Seharusnya, prioritas diberikan kepada korban yang rumahnya rusak parah. Oleh karena itu, SK tersebut harus dibatalkan dan nama-nama yang bukan korban banjir dihapus,” tegasnya.

Samsudin menyebutkan beberapa nama yang harus dihapus dari SK tersebut, termasuk nomor 20, 22, 23, 24, 25, 26, 29, 31, 39, dan 45.

“Jika tidak dihapus, seluruh korban terdampak sepakat menolak relokasi dan lebih memilih untuk direhabilitasi rumah yang ada, serta menutup jalur air lama dan membuka jalur baru yang mengarah ke rumah-rumah tersebut. Ini sudah menjadi keputusan bersama dalam rapat kami sebagai korban terdampak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan Menteri PUPR untuk memberikan 50 unit rumah bagi korban terdampak banjir berdasarkan data **by name by address** harus dijalankan sesuai perjanjian.

Namun, menurutnya, kebijakan ini dimanfaatkan untuk proyek konspirasi, dengan mengakomodir warga yang tidak terdampak, termasuk kepala Kelurahan Rua dan keluarganya yang rumahnya tidak rusak akibat banjir.

“Nama Lurah Rua juga masuk sebagai penerima bantuan rumah dengan kategori rumah rusak ringan, padahal tidak terkena banjir. Ini jelas sebuah ketidakadilan,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Ternate Launching BSPS 2026, Warga Kastela Mulai Terima Bantuan Rumah Layak Huni

20 Mei 2026 - 16:23 WIT

Pemda se-Malut Sinkronkan Program Daerah dengan Asta Cita Presiden

20 Mei 2026 - 16:20 WIT

Sekda Ternate Dorong BP2RD Genjot PAD Lewat Digitalisasi

20 Mei 2026 - 09:44 WIT

Kasus Tunjangan DPRD Malut Rp139 Miliar Mandek, Kini Muncul Anggaran Perjalanan Dinas Rp46,3 Miliar

19 Mei 2026 - 15:04 WIT

TEGAS! Suarez Tolak Pembubaran dan Pelarangan Pemutaran Film “Pesta Babi”: “Ini Riset, Edukasi, dan Hak Masyarakat”

18 Mei 2026 - 16:04 WIT

Nonton Bareng Film “Pesta Babi” di Ternate, Akademisi dan Praktisi Hukum Soroti Ancaman Eksploitasi Alam dan Hak Masyarakat Adat

18 Mei 2026 - 16:02 WIT

Trending di Ternate