SOFIFI, Serambitimur.id — Anggaran pembangunan Provinsi Maluku Utara melonjak signifikan pada RAPBD 2027. Pemerintah Provinsi menargetkan belanja modal mencapai Rp1,2 triliun, naik 91 persen, dengan sepertiga anggaran itu khusus dialokasikan untuk membangun dan memperbaiki jalan serta jembatan di berbagai kabupaten.
Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan rencana besar ini dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Maluku Utara di Sofifi, Senin (12/10). Peningkatan pendapatan daerah yang diproyeksikan tumbuh hingga 25,5 persen membuka ruang bagi pembangunan infrastruktur yang lebih luas dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
PAD diproyeksikan mencapai Rp1,8 triliun pada 2027, menjadikan total belanja daerah naik 41,8 persen. Sebesar 30 persen dari seluruh anggaran akan diarahkan langsung ke pembangunan jalan dan jembatan.
“Jika jalan dan jembatan terhubung dengan baik, biaya angkut hasil kebun dan tangkapan laut akan turun. Nilai jual hasil masyarakat otomatis meningkat,” ujar Sherly menjelaskan urgensi pembangunan konektivitas ini.
Berikut ruas-ruas jalan yang masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2027. Untuk wilayah Halmahera Barat mencakup Jailolo–Goal, Ibu–Kedi, serta Kedi–Galela. Sementara di Halmahera Utara, pembangunan difokuskan pada ruas Malifut–Muali dan Latif–Darume sepanjang 7 kilometer.
Di wilayah Halmahera Selatan, ruas yang akan dikerjakan meliputi Keliling Pulau Mokean sepanjang 7 kilometer, sisa 20 kilometer ruas Lingkar Makean bagian selatan, Guruapin–Modayama sepanjang 4,5 kilometer, serta penambahan 5 kilometer pada ruas Saketa–Dahepodo. Masuk dalam agenda tentatif: Gane Luar–Gane Dalam 5 kilometer, Rangga-Rangga–Gane Luar 5 kilometer, Matuting–Rangga-Rangga 5 kilometer, Babang–Yaba 5 kilometer, Babang–Songa 2,4 kilometer, Songa–Wayatim 7,6 kilometer, Laiwui–Jikodolong 7 kilometer, serta Laiwui–Jikotamo–Anggai–Jikodolong–Soligi sepanjang 6 kilometer.
Wilayah Sula–Taliabu juga mendapat porsi pembangunan, mencakup Wai Ina–Malubufa 5 kilometer, Malubufa–Waitau 5 kilometer, Dofa–Falabisahaya 4,7 kilometer, Falabisahaya–Auponhia 7 kilometer, dan Falabisahaya–Wai Loba 7 kilometer. Sementara kawasan Ternate–Sofifi akan dikerjakan pada ruas Kota Sofifi sepanjang 5 kilometer, Dehepodo–Payahe 8,7 kilometer, serta kelanjutan ruas Trans Kiaraha.
Pembangunan akan berjalan bertahap. Sebagian pekerjaan ditargetkan selesai pada 2027, sementara sisanya berlanjut hingga 2028. Langkah ini diharapkan menjadi pondasi pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah Maluku Utara.
