TERNATE, SerambiTimur-Langit cerah di Bukit Lestari Garden, Kelurahan Tabona, menjadi saksi semangat baru Runy’s School. Sekolah yang telah 16 tahun berdiri itu kini memiliki lokasi baru yang lebih representatif bagi jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Peresmian berlangsung khidmat dan penuh optimisme. Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman hadir langsung bersama jajaran pejabat daerah, Bunda PAUD, Ketua Yayasan, Pembina Yayasan, hingga para orang tua siswa.
Bagi Hj. Haryati Yusuf, Kepala SD Runy’s School sekaligus Ketua Panitia, momen ini adalah jawaban atas keterbatasan ruang yang selama ini menjadi kendala.
“Lokasi lama sudah tidak memungkinkan. Kami banyak mengecewakan orang tua karena keterbatasan daya tampung. Padahal minat masyarakat sangat besar,” tuturnya.

Gunting Pita, Peresmian Mohollah Runy’s School
Runy’s School, kata dia, bukan sekadar sekolah, tetapi ruang tumbuh yang ramah anak dan siap bersaing di level Asia.
Pembina Yayasan M. Rafiq Radjiloen menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Guru harus sigap menghadapi era digital. Jangan sampai murid lebih pintar dari guru. Kita ingin sekolah ini nyaman, bebas perundungan, dan menjadi ikon pendidikan,” katanya.
Rafiq juga mengungkap rencana pembangunan fasilitas olahraga serta arena bermain PAUD sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.
Wali Kota Ternate Tauhid Soleman menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan panjang Runy’s School.
“Saya mengikuti sejak awal berdirinya. Ini sudah memasuki usia 17 tahun. Pemerintah memang sedang dalam efisiensi anggaran, tetapi sepanjang sesuai aturan dan RTRW, kami akan mendukung,” ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan memberi perhatian terhadap yayasan tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Imelda Hasyim Ado menegaskan bahwa sejak awal, sekolah ini lahir untuk membangun karakter anak.
“Ada pendidikan agama, hafalan Al-Qur’an, Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Pendidikan karakter sejak usia dini sangat penting,” jelasnya.
Dengan dukungan kebijakan jam malam anak dari Pemkot Ternate, ia berharap ekosistem pendidikan semakin kondusif.
Peresmian ditutup dengan pengguntingan pita mushollah oleh Wali Kota Ternate—simbol bahwa pendidikan akademik dan spiritual berjalan beriringan di Runy’s School.
















Tinggalkan Balasan