TERNATE, SerambiTimur – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten dan operator telekomunikasi terus mempercepat pemulihan jaringan komunikasi yang terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Barat. Sejumlah layanan telekomunikasi dilaporkan mulai kembali normal, khususnya di wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan berat.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan bahwa pemulihan akses komunikasi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah, mengingat perannya yang vital bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan operator telekomunikasi agar akses komunikasi masyarakat bisa segera pulih sepenuhnya,” ujar Sherly, Kamis.
Banjir yang melanda Halmahera Barat sebelumnya mengakibatkan terputusnya kabel serat optik (fiber optic/FO), sehingga layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Ibu, mengalami gangguan signifikan. Pemerintah daerah juga telah menetapkan status tanggap darurat untuk 22 desa di tujuh kecamatan yang terdampak banjir.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku Utara, Iksa R.A. Arsyad, menjelaskan bahwa kondisi jaringan di Kecamatan Ibu kini mulai membaik.
“Layanan 2G sudah kembali normal dan dapat digunakan untuk komunikasi suara. Sementara layanan 4G mulai aktif secara bertahap, dengan beberapa site di sekitar Kecamatan Ibu sudah berfungsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tim teknis masih terus bekerja melakukan penyambungan kabel serat optik agar pemulihan jaringan dapat berlangsung secara menyeluruh dan stabil.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar selama proses pemulihan berlangsung, serta memanfaatkan layanan komunikasi yang sudah tersedia sementara waktu.

















Tinggalkan Balasan