TERNATE, SerambiTimur-Di balik megahnya ruang pertemuan Hotel GIIA MALUKU di Jakarta, suasana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Maluku-Maluku Utara, Rabu (12/11/2025), berlangsung penuh harapan. Bukan sekadar agenda formal pergantian pengurus, tetapi momentum untuk menegaskan kembali arah masa depan bank daerah yang menjadi denyut ekonomi Maluku dan Maluku Utara.
Salah satu yang hadir dengan penuh perhatian adalah Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar. Bagi Nasri, peran bank daerah tak hanya berhenti pada urusan finansial, melainkan bagian dari strategi besar membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Bank Maluku-Malut harus menjadi mitra aktif pemerintah daerah, bukan hanya lembaga penyimpan dana APBD,” tegas Nasri usai rapat.
Baginya, bank daerah memiliki tanggung jawab sosial dan moral untuk menjadi motor penggerak pembangunan, terutama di sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan pembiayaan infrastruktur lokal. Di saat banyak pelaku usaha kecil berjuang mencari akses permodalan, kehadiran Bank Maluku-Malut seharusnya memberi jawaban.
RUPS kali ini menjadi babak baru. Susunan pengurus yang baru disahkan diharapkan menghadirkan semangat profesionalisme, transparansi, dan efisiensi dalam manajemen.
“Dengan manajemen baru, kita ingin melihat perubahan nyata — bukan hanya di neraca keuangan, tapi juga dalam dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Nasri.
RUPS tersebut juga menegaskan komitmen para pemegang saham untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas jaringan layanan perbankan hingga ke pelosok.
Harapan pun mengemuka: agar Bank Maluku-Malut tak hanya menjadi simbol keuangan daerah, tetapi juga wajah baru kebangkitan ekonomi di kawasan timur Indonesia.














Tinggalkan Balasan