TERNATE, SerambiTimur — Di tengah puing-puing rumah yang berserakan dan langit Hiri yang masih kelabu, muncul secercah harapan dari kedatangan Nasab Foundation. Lembaga sosial ini tak datang membawa slogan, tapi membawa aksi nyata: menepati janji kemanusiaan.
Senin (10/11/2025) sore, Wahyu Firmansyah, Direktur Nasab Foundation, menjejakkan kaki di tanah Hiri—beberapa jam setelah puting beliung meluluhlantakkan rumah-rumah warga. Matanya menatap hamparan reruntuhan, tapi hatinya tertuju pada satu hal: harapan.
“Kami datang untuk memastikan tak ada kebutuhan yang terlewat. Apa yang belum tersentuh, akan kami bantu,” ucapnya lirih namun tegas.
Sejak berdiri, Nasab Foundation menjadi simbol kepedulian sosial yang berakar dari komitmen Nasri Abubakar, Wakil Wali Kota Ternate. Ia menepati janji yang pernah diucapkan: mengabdikan seluruh pendapatan jabatannya untuk masyarakat.
“Dana operasional Nasab Foundation berasal dari gaji dan tunjangan Bapak Nasri. Tidak sepeser pun dari APBD. Ini murni pengabdian,” jelas Wahyu.
Bagi Nasri, jabatan bukanlah sekadar amanah politik, melainkan sarana pengabdian. Melalui Nasab Foundation, penghasilannya dialirkan ke berbagai program sosial—pendidikan, kesehatan, hingga tanggap darurat bencana seperti yang kini dijalankan di Hiri.
Di lokasi bencana, Wahyu tak sekadar menyalurkan bantuan logistik. Ia menyapa satu per satu korban, menggenggam tangan anak-anak yang kehilangan rumah, dan memberikan semangat. “Kita akan bangkit bersama,” katanya sambil tersenyum, menghapus air mata seorang bocah.
Bersama timnya, Wahyu berkoordinasi dengan BPBD Kota Ternate, memastikan bantuan darurat tersalurkan dengan cepat dan tepat. Ia juga memuji langkah sigap pemerintah dan warga yang bahu-membahu menolong sesama.
“Gotong royong seperti inilah yang membuat Hiri tetap berdiri meski diterpa badai,” ujarnya.
Kini, di tengah reruntuhan, semangat hidup mulai tumbuh kembali. Di balik setiap rumah yang akan dibangun ulang, tersimpan kisah tentang janji yang ditepati dan kepedulian yang nyata.
Nasab Foundation tak hanya menolong, tapi menghidupkan kembali rasa kemanusiaan di Hiri — bukti bahwa ketika niat baik berpadu dengan tindakan, bahkan badai pun tak bisa memadamkan harapan.














Tinggalkan Balasan