SULTENG, SerambiTimur- Sejarah baru kembali ditorehkan oleh Maluku Utara di pentas olahraga nasional. Tim tinju Maluku Utara tampil luar biasa di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir 2025 yang berlangsung di Djojokodi Convention Centre (JCC) Palu, Sulawesi Tengah, 23–30 Oktober.
Dari 14 atlet yang berlaga, sembilan petinju sukses meraih medali emas dan empat lainnya menyumbang perunggu, menobatkan Maluku Utara sebagai juara umum Kejurnas Tinju Amatir 2025.
Dua medali emas terakhir dipersembahkan oleh Jurian Maulana, petinju putri asal Halmahera Selatan, dan Muhammad Reza Midun, petinju asal Ternate yang juga putra dari pelatih nasional Hamka Midun. Jurian menundukkan lawannya dari Bali, sementara Reza menang KO di ronde pertama atas petinju asal Kalimantan Timur.
Ketua PERTINA Maluku Utara sekaligus Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, hadir langsung menyaksikan laga final. Wajahnya berseri saat dipanggil naik ke panggung untuk menerima penghargaan juara umum.
“Saya sangat bangga dan terharu. Ini hasil dari persiapan panjang dan kerja keras selama tiga bulan. Proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya.
Namun, di balik kejayaan itu, ada kisah inspiratif yang tak kalah menarik. Keberangkatan kontingen tinju Maluku Utara ke Kejurnas ini tak lepas dari dukungan penuh Nasab Foundation, lembaga sosial bentukan Nasri Abubakar yang menyalurkan seluruh pendapatannya sebagai pejabat publik untuk kepentingan masyarakat.
“Sejak kampanye Pilkada 2024, saya sudah berkomitmen bahwa seluruh gaji dan tunjangan saya sebagai wakil wali kota tidak akan digunakan untuk pribadi atau keluarga. Semua saya kembalikan kepada masyarakat, termasuk lewat pembinaan atlet muda Maluku Utara,” tegasnya.
Melalui Nasab Foundation, berbagai program sosial dan pengembangan olahraga digalakkan — mulai dari dukungan pelatihan, sarana olahraga, hingga pembinaan atlet muda di tingkat lokal.
Penutupan Kejurnas turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido, unsur Forkopimda, Ketua Harian PP PERTINA H. Djasman Abubakar, Ketua KONI Sulteng, dan Kadispora Sulteng.
Dalam sambutannya, H. Djasman Abubakar memberikan apresiasi kepada seluruh atlet.
“Bagi yang juara, jangan cepat puas. Bagi yang belum, terus berlatih. Masih banyak event besar menanti tahun depan,” pesannya.
Acara juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-66 PERTINA, ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemberian penghargaan khusus bagi kontingen berprestasi.
Dengan 9 emas dan 4 perunggu, Maluku Utara bukan hanya juara di ring, tetapi juga juara dalam semangat sosial dan dedikasi. Kemenangan ini menjadi simbol bahwa olahraga bisa tumbuh kuat ketika ditopang oleh keikhlasan, kebersamaan, dan jiwa pengabdian.














Tinggalkan Balasan