HALBAR, SerambiTimur – Kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang selama ini menjadi pusat budaya dan wisata di Halmahera Barat akan segera mengalami transformasi besar. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), tengah menyiapkan proyek ambisius untuk menata ulang kawasan ini agar semakin menarik dan nyaman bagi pengunjung.
Kepala DPUPR Halmahera Barat, Fahlis Sangkali, mengungkapkan bahwa proyek penataan ini akan berfokus pada dua titik utama. Di sisi kiri kawasan FTJ, tepatnya dari Ake Jububu hingga Patung Saloi, akan dibangun lapak kuliner yang representatif dengan alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar dari APBD.
“Tidak hanya sekadar membangun lapak kuliner, tapi juga penataan taman dan pembangunan gapura sebagai gerbang utama kawasan FTJ. Untuk keseluruhan proyek ini, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari Rp15 miliar,” jelas Fahlis.
Sementara itu, di sisi kanan, tepatnya di samping Pelabuhan Jailolo, rencana pembangunan akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya dengan estimasi anggaran mencapai Rp30 miliar.
Bupati Halmahera Barat, James Uang, telah menyetujui proyek ini dan proses tender akan segera dimulai. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, wajah kawasan FTJ akan berubah total menjadi destinasi yang lebih modern dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.
“Jika dari pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara juga melaksanakan tender tahun ini, maka sangat mungkin seluruh kawasan FTJ bisa dikerjakan bersamaan, sehingga hasilnya lebih maksimal,” tambah Fahlis.
Dengan adanya proyek ini, diharapkan Festival Teluk Jailolo tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi juga kawasan yang terus hidup dengan aktivitas ekonomi dan budaya sepanjang tahun. Nantikan wajah baru FTJ yang lebih menarik dan nyaman untuk dikunjungi!










Tinggalkan Balasan