GOSOWONG – Di tengah aktivitas pertambangan yang penuh risiko, keselamatan kerja menjadi hal yang tak bisa ditawar. Kesadaran itulah yang mendorong PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggelar Diklat dan Penyegaran Uji Kompetensi Juru Ledak II di Site Gosowong, Sabtu (13/4/2026).
Selama lima hari, Gedung Safety Training Gosowong menjadi tempat para pekerja dari berbagai departemen memperdalam kemampuan teknis mereka dalam kegiatan peledakan tambang. Sebanyak 22 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi dalam dua sesi, yakni refresher dan reguler.
Bagi industri pertambangan, peledakan bukan sekadar rutinitas operasional. Di balik proses itu, terdapat risiko besar yang harus dikelola dengan cermat. Kesalahan kecil saja dapat berujung pada kecelakaan kerja, kerusakan alat, gangguan lingkungan, bahkan menghambat produktivitas tambang.
Deputy Director of Operation (DDO)/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo, mengingatkan peserta agar memanfaatkan pelatihan ini sebagai momentum memperkuat kompetensi yang telah dimiliki.
“Jadikan diklat ini sebagai bagian untuk memperkuat dan memantapkan lagi kompetensi yang sudah dimiliki. Manfaatkan waktu sebaik mungkin,” pesannya.
Kolaborasi NHM dengan LSP PPSDM Geominerba juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar nasional. Koordinator LSP PPSDM Geominerba, Achmad Saepulloh, menegaskan bahwa sertifikasi Juru Ledak II merupakan kewajiban sesuai regulasi Kementerian ESDM.
Menurutnya, pengalaman kerja saja belum cukup tanpa pengakuan kompetensi formal yang menjamin seluruh prosedur lapangan berjalan sesuai standar.
Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menambahkan bahwa meskipun program sempat menghadapi berbagai kendala sejak dirancang pada bulan Ramadan, pelatihan akhirnya dapat terlaksana dengan baik.
Ia berharap hasil dari kegiatan ini tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Materi yang diberikan pun cukup lengkap, mulai dari regulasi keselamatan, pengangkutan bahan peledak, peramuan, persiapan, praktik lapangan, hingga pemeriksaan pasca-peledakan. Di akhir kegiatan, peserta menjalani uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi resmi sebagai bukti keahlian mereka.
Bagi NHM, investasi pada sumber daya manusia adalah bagian penting dari menjaga operasional tambang tetap aman, efektif, dan berkelanjutan.










Tinggalkan Balasan