Menu

Mode Gelap

Sofifi · 11 Des 2025 13:18 WIT ·

Menjaga Laut, Mengundang Investasi: Langkah Baru Maluku Utara Mengembangkan Wisata Bahari di KKPD Ternate


 Menjaga Laut, Mengundang Investasi: Langkah Baru Maluku Utara Mengembangkan Wisata Bahari di KKPD Ternate Perbesar

TERNATE, SerambiTimur — Pagi itu di Hotel Batik, suasana tampak lebih hidup dari biasanya. Para akademisi, pegiat konservasi, perwakilan pemerintah, hingga lembaga statistik duduk bersama dalam satu ruangan. Mereka hadir dengan satu tujuan: membahas masa depan investasi pariwisata bahari Maluku Utara, khususnya di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Ternate.

Di tengah forum itu, Kepala Dinas PTSP Maluku Utara, Nirwan M.T Ali, tampak berbicara dengan penuh optimisme. Ia menyebut kegiatan ini sebagai “langkah awal strategis” untuk mengangkat pariwisata bahari Maluku Utara menjadi kekuatan baru ekonomi daerah.

“Laut kita menyimpan kekayaan luar biasa—keragaman hayati, terumbu karang, dan budaya maritim yang tidak dimiliki daerah lain. Sebagian besar berada di KKPD, dan itu artinya pengembangannya tidak boleh sembarangan,” tutur Nirwan, menegaskan pentingnya prinsip keberlanjutan.

Di antara para peserta forum, diskusi mengalir membahas tantangan besar Maluku Utara: bagaimana mengurangi ketergantungan pada pertambangan. Data menunjukkan bahwa realisasi investasi Triwulan III 2025 mencapai Rp61,99 triliun, namun hampir seluruhnya—90,96%—didominasi oleh sektor nikel. Di sisi lain, investasi pariwisata masih sangat kecil, hanya Rp3,14 miliar sepanjang 2024.

Angka itulah yang mendorong forum ini digelar. Nirwan ingin pariwisata bahari tidak lagi menjadi “tambahan”, tetapi pilar penting dalam struktur ekonomi Maluku Utara. Ia menekankan perlunya dokumen IPRO, sebuah instrumen resmi yang akan memperkenalkan peluang investasi kepada calon investor global: dari potensi spot wisata, analisis kelayakan, model bisnis, hingga skema kemitraan masyarakat.

Para akademisi dari Unkhair dan UMMU memberikan pandangan ilmiah tentang daya dukung lingkungan. Perwakilan WCS dan Rare Conservation mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai bagian dari identitas Maluku Utara. Sementara perwakilan BPS menyodorkan data yang membuka mata tentang peluang dan tantangan sektor pariwisata.

Forum itu bukan sekadar pertemuan teknis. Ia menggambarkan kesadaran kolektif bahwa laut bukan hanya ruang hidup, tetapi juga ruang masa depan.

“Harapan saya, forum ini melahirkan kebijakan dan langkah konkret. Kita ingin Maluku Utara menjadi destinasi wisata bahari yang unggul, berdaya saing, sekaligus menjaga laut yang menjadi identitas kita,” ujar Nirwan menutup sambutannya.

Pagi itu, di sebuah ruangan sederhana, Maluku Utara seperti sedang menyusun peta jalannya menuju masa depan baru: masa depan yang menjadikan laut bukan hanya kebanggaan, tetapi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Rakernas JKPI, Sekda Ternate Ingatkan ASN: Disiplin adalah Wajah Pelayanan Publik

24 Juni 2026 - 20:13 WIT

Bapenda Gerak Cepat Tindaklanjuti Temuan BPK, Tunggakan Pajak Perusahaan Tambang Mulai Dibayar

23 Juni 2026 - 16:21 WIT

Di Bela Hotel Ternate: Gubernur Sherly Tekankan Data Akurat Kunci Kebijakan, Ajak Masyarakat Dukung Sensus Ekonomi 2026  

20 Juni 2026 - 13:56 WIT

Di Balik Angka Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara: Infrastruktur dan SDM Jadi Kunci Pemerataan Manfaat Pembangunan

17 Juni 2026 - 22:37 WIT

Muhammad Sinen: Dugaan Aset Tak Dilapor Hanya Kabar Bohong

15 Juni 2026 - 13:07 WIT

Dari Rakyat, Untuk Rakyat: Jejak Pengabdian Muhammad Sinen yang Tak Pernah Berubah

15 Juni 2026 - 07:20 WIT

Trending di Ternate