Pagi itu, halaman SMP Negeri 1 Kota Ternate tak sekadar dipenuhi riuh langkah siswa. Ada semangat yang terasa berbeda—mengalir dalam setiap persiapan, dalam setiap tatapan yang penuh harap. Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten/kota menjadi panggung pembuktian, dan SMPN 1 Ternate menjawabnya dengan gemilang.
Satu per satu prestasi lahir dari kerja keras yang tak terlihat. Dari panggung tari, gerak yang menyatu dengan irama membawa tim mereka meraih juara pertama. Di cabang mendongeng, cerita yang dihidupkan dengan penuh penghayatan juga berbuah manis—juara satu kembali diraih. Sementara itu, suara merdu para siswa di lomba menyanyi solo menggema kuat, mengantarkan mereka pada posisi juara pertama dan ketiga.
Tak berhenti di situ, harmoni ensambel musik yang ditampilkan dengan penuh kekompakan berhasil mengunci posisi puncak. Bahkan dalam pantomim—yang berbicara tanpa kata—ekspresi para siswa tetap mampu menyampaikan pesan, hingga meraih juara kedua.
Di tengah euforia kemenangan, masih ada dua cabang lomba yang menunggu hasil: menulis cerita dan ilustrasi. Namun bagi para guru dan siswa, optimisme sudah lebih dulu tumbuh, mengisi ruang-ruang harapan.
Kepala sekolah, Endang Hermanto, melihat capaian ini bukan sekadar deretan piala. Lebih dari itu, ia adalah bukti bahwa potensi anak-anak hanya perlu ruang dan dukungan untuk berkembang.
“Anak-anak kita ini hebat, mereka hanya butuh dukungan agar terus bisa mengasah kemampuan dan menoreh prestasi,” ujarnya, dengan nada bangga yang tak bisa disembunyikan.
Dukungan itu hadir nyata. Dari pagi hingga sore, para guru setia mendampingi—memberi semangat, membangun kepercayaan diri, dan memastikan setiap siswa tampil maksimal. Kebersamaan itu menjadi fondasi yang tak tergantikan.
Sebagai bentuk syukur, sekolah pun menyiapkan perayaan sederhana. Sebuah nonton bareng di XXI Jatiland Ternate akan digelar—bukan sekadar hiburan, tetapi simbol kebersamaan atas perjalanan yang penuh perjuangan.
Di Ternate, hari itu menjadi lebih dari sekadar kemenangan. Ia menjelma menjadi kisah tentang kerja keras, tentang dukungan yang tulus, dan tentang keyakinan bahwa ketika anak-anak diberi kesempatan, mereka mampu melampaui batas yang selama ini dianggap mustahil.











Tinggalkan Balasan